Terkait Dugaan Korupsi Bansos Bupati Keeroom Diperiksa,LSM WGAB Mengapresiasi Kinerja Kejati Provinsi Papua

0
38

Mediaportalmetro.com,Jayapura Papua-LSM WGAB Provinsi Papua mengapreasi kinerja KEJATI PAPUA karena baru-baru ini kejati telah memanggil Bupati Keerom dalam kasus dugaan korupsi Kabupaten Keerom,Kamis,30/01/2020.

Ketua LSM WGAB menyampaikan bahwa ini adalah Salah satu upaya dari mengawal roda pemerintahan dengan cara memberikan laporan kepada Kejati Papua beberapa waktu yang lalu.

Pemeriksaan terhadap Bupati Keerom Muhammad Markum sebagai saksi terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) dan hibah yang dijadwalkan Rabu (29/1/2020) di Kejaksaan Tinggi Papua ditunda.

“Memang benar ada jadwal pemeriksaan Bupati Keerom di Kejati Papua terkait dugaan korupsi dana bansos dan hibah namun ditunda karena yang bersangkutan sedang berada di luar daerah,” kata Aspidsus Kejati Papua Alexander Sinuraya.

Alexander mengatakan, dengan ketidak hadiran bupati tersebut, pemeriksaan terhadap bupati sebagai saksi akan dijadwal kan ulang.

“Penyelidikan masih terus dilakukan dan belum meningkat ke penyidikan sehingga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Menurut Alexander, saat ini sudah 15 orang saksi yang dimintai keterangan.

Kejaksaan Tinggi Papua masih menyelidiki dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah dan bantuan sosial di lingkungan Kabupaten Keerom tahun 2017, dengan indikasi kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah.

Dari laporan audit LKPD BPK RI tahun 2017 lalu terungkap Pemkab Keerom mengeluarkan dana hibah sebesar Rp.57 miliar, namun yang dipertanggung jawabkan baru sekitar Rp.35 miliar atau sekitar 61 persen, sedangkan dana bantuan sosial (bansos) dari Rp.23 miliar baru Rp.7 miliar yang dipertanggung jawabkan.

Ketua LSM WGAB Provinsi Papua Yerry Basri Mak, SH menegaskan kepada mediaportalmetro.com.

“kasus bansos dan dana hibah ini akan kami kawal sampai ditetapkannya sebagai tersangka” Tegasnya.

Laporan : Tim www.mediaportalmetro.com

LEAVE A REPLY