Mahasiswa Pembela Rakyat (MPR) Gelar Aksi Menolak Pembangunan Kawasan Industri Di Depan Kantor Daerah

0
129

Mediaportalmetro.com TAKALAR – Puluhan mahasiswa gabungan yang mengatas namakan dirinya Mahasiswa Pejuang Rakyat (MPR) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Takalar, Senin (20/01/2020).

Berdasarkan pantauan di lapangan, Mahasiswa Pejuang Rakyat (MPR) menyampaikan aspirasinya untuk menolak Keras Kawasan Industri yang akan dibangun di wilayah Kecamatan Marbo Kabupaten Takalar.

Jendral lapangan Muh.saidina mengatakan ” Kami menolak keras kawasan industri di kecamatan Mangngarabombang di karenakan kawasan industri bukanlah solusi yang efektif untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat kabupaten takalar terkhusus di Desa laikan Desa Punaga dan Sekitarnya,malahan itu hanya akan menjadi momok bagi petani rumput laut dan lopster di kawasan teluk laikan di karenakan limbah pabrik yg akan mencemari lautan diteluk Laikang”.

Pada aksi tersebut beberapa pernyataan sikap terkait rencana pemerintah untuk menjadikan Kecamatan Mangarabombang khususnya Desa Laikang dan Punaga sebagai area industri dengan tidak mempertimbangkan banyak hal seperti :

1. Persoalan lingkungan yg memungkinkan mencemari laut Punaga dan Laikang sementara sebagian besar penduduk di dua desa tersebut adalah bermata pencaharian di laut.

2. Persoalan sosial ekonomi,Kehadiran industri yang direncanakan pemerintah kabupaten Takalar tidak memperhitungkan kemungkinan sosial yang akan terjadi, tidak memperhitungkan keberlangsungan ekonomi masyarakat padahal ada banyak program lain yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah misalnya mendorong pembangunan yang lebih mantap di bidang pertanian dan perikanan bukan industrialisasi.

“Oleh karena itu kami dari MPR (Mahasiswa Pejuang Rakyat) Menolak keras rencana pemerintah di Laikang dan Punaga untuk membangun industri yg menurut kami sangat tidak pro dengan rakyat”. Tutup jenlap dalam orasinya.

Reporter : M.Taufan

LEAVE A REPLY