Aktivis Mahasiswa Galesong Pertanyakan pertanggung jawaban pengguna Dana bagi Hasil (CSR) Tambang pasir laut didesa sampulungan Kab.Takalar

0
59

Mediaportalmetro.com,TAKALAR- Terkait persoalan abrasi yang menimpa pesisir laut Desa Sampulungan aktivis dan masyarakat pertanyakan arsip dokumen alokasi CSR (Corporate Social Responsibility) atau dana bagi hasil tambang pasir laut dari PT. GASING SULAWESI selaku pihak penambang.

Muhammad arfick menyesalkan sikap pemerintah desa yang kurang menaruh perhatian pada persoalan tambang pasir laut ini pada Rabu 15 januari 2020.

Itu di benarkan dari ketidak mampuan pihak Pemerintah Desa untuk menunjukan dokumen – dokumen pertanggung jawaban penggunaan dana CSR.

“Kami sudah melakukan kordinasi dengan pihak pemerintah desa untuk mengetahui arsip dokumen itu,tapi pada saat itu pelaksana tugas (plt) Desa Sampulungan Rustam muang,sedang tidak berada di kantor dan melalui chat WhatsApp dia mengatakan bahwa baru menjabat selama 5 bulan dan mengatakan bahwa tidak ada dokumen-dokumen tentang CSR tambang pasir di kantornya” ungkap arfick .

Arfic juga menegaskan bahwa arsip dokumen itu sangat penting demi menjamin keterbukaan informasi publik sesuai amanat UU bagi siapapun pejabat dan berapa lamapun dia menjabat.

“Sekarang masyarakat tidak di jamin dengan keterbukaan informasi publik, nah jangan salahkan masyarakat ketika kami menduga ada permainan anggaran di sini. Ini juga CSR dari penambangan pasir laut seharusnya di alokasikan ke hal-hal yang mungkin akan terjadi akibat dampak penambangan di lingkup sosial masyarakat, bukan malah membeli mobil operasional desa dan bagi-bagi sembako,” tegasnya.

Arfic juga megaskan bahwa akan terus mengkaji persoalan dana CSR ini karena alokasi dana CSR yang tidak tepat.

Reporter : Muhammad Taufan.

 

LEAVE A REPLY