PT.DSP Transisi,Upah Karyawan Dibayar Dua Kali

0
454

Batui – Mediaportalmetro.com,PT. Delta Subur Permai (DSP) yang bergerak dibidang pengelolaan minyak sawit di Kecamatan Batui Kabupaten Banggai, kini menuai kontroversi dari seluruh karyawan serta karyawati pada perusahaan tersebut.

Pasalnya,ditiap bulan berjalan upah dari seluruh pekerja dibayar dua kali dalam sebulan dan secara terang-terangan hal ini sama sekali bertentangan dengan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan terkait upah minimum regional (UMR).

Hal itu dibenarkan oleh Sudarmono yang merupakan karyawan PT.DSP yang selama sembilan bulan upahnya dibayar dua kali dalam satu bulan.

Menurutnya,perusahaan seakan menganggap karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut hanyalah budak para petinggi perusahaan.

Karena selain upah karyawan dibayarkan dengan cara penyicilan, tidak diberlakukan jam isterahat saat disetiap mereka melakukan aktifitasnya.

“Perusahaan DSP membayar upah kami seperti dicicil ditiap bulannya. Padahal,kami khususnya para pekerja selalu memberikan yang terbaik untuk perusahaan DSP. Disamping itu, jam kerja kami tidak diberlakukan untuk jam istirahat. Bila kami beristrahat makan kami selalu makan di tempat kerja yang tidak steril”. Ungkap Mono sapaan akrabnya pada Media ini,pekan lalu saat wawancara.

Melalui mediaPortalMetro.com,senin  (16/9/2019) salah satu menenger PT. DSP, Syaiful saat ditemui, secara tegas mengatakan bahwa, kebijakan perusahaan untuk dua kali memberikan upah kepada seluruh karyawan tidak terlepas dari masalah keuangan perusahaan.Sehingga kebijakan tersebut diadakan dalam kurun waktu sementara.

“Harus kami akui bahwa pemberlakuan dua kali pemberian upah itu karena perusahaan kini mengalami masalah ekonomi. Sehingga pada bulan Mei 2019 yang lalu,kami mengadakan pertemuan dengan seluruh karyawan untuk membicarakan persoalan perusahan dan dipertemuan tersebut,seluruh karyawan menyetuji pemberlakuan dua kali gajian dalam sebulan”. Katanya.

Ia juga membantah pernyataan dari salah satu karyawan yang mengatakan bahwa setiap jam kerja tidak diperkenankan untuk melakukan istirahat.

Menurutnya, perusahaan tetap memberlakukan jam istirahat.Hanya saja yang biasanya waktu istirahat mencapai 1 jam kini hanya bisa 30 menit untuk kembali memaksimalkan mutu perusahaan.

“Wah, karyawanku sudah keliru dengan kebijakan jam istrahat. Memang dalam masa transisi perusahaan, waktu istirahat di perusahaan ini memang sementara dipersingkat untuk mencoba meningkatkan mutu dan kinerja”. Tambahnya.
***Reporter : Gufran Sabudu***

LEAVE A REPLY