PT. Sucifindo Diduga langgar S.O.P, Rifat : Dari Kedalaman Pipa Sampai Ketenaga kerjaan

0
622

Batui (Sulteng) – Mediaportalmetro.com.-Rekonstruksi Pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi (jargas), untuk rumah tangga di wilayah kecamatan Batui yang dikerjakan oleh PT. Sucifindo Episi mendapat kecaman dari Masyarakat Batui.

Pasalnya Rekonstruksi ini di duga melanggar standar operasional prosedur (S.O.P).

“Proyek rekonstruksi pembangunan Jargas yang Dilakukan PT. Sucifindo terlihat asal-asalan dalam Penggalian kedalaman pipa dan tidak sesuai standar prosedur” Kritik Rifat Hakim Kordiv Himpunan Mahasiswa Batui cabang Luwuk.

Tak hanya itu, PT. Sucifindo Episi juga di duga melanggar UU Nomor 1 tahun 1970, tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan UU Nomor 13 tahun 2003,Tentang Ketenagakerjaan.

“Ketidakpatuhan PT. Sucifindo Terhadap Regulasi yang Ada, dari tidak safety yang dapat mengancam Keselamatan dam kesehatan Pekerja, sampai Upah yang tidak jelas” Tambah, Mahasiswa Fakultas Ilmu sosial dan politik ini.

Sementara itu, salah satu Pekerja PT Sucifindo bagian SR yang engan disebutkan namanya, mengatakan bahwa PT Sucifindo mempekerjakan buruh sebagai tenaga kerja Borongan, dengan sekali galian pemasangan pipa di upahkan 80 Ribu, serta potongan makanan 90 Ribu/hari.

“Biasanya dalam sehari, paling banyak 2 Lubang, jadi dapat 160 ribu, tapi di potong dengan uang makan 90 ribu/hari jadi bersihnya biasa 70 Ribu” Ucap Buruh borongan yang engan di sebut namanya ini.

Sebelumnya diketahui bahwa Pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi (jargas) untuk rumah tangga ini merupakan program kementrian ESDM yang Akan Di bangun 293.533 sambungan rumah (SR) di 54 Kabupaten/Kota. Di Kabupaten Banggai sebanyak 4.000 SR yang dibangun di dua kecamatan Batui, Dan Batui Selatan. Kontraktor pelaksananya adalah PT. Sucofindo Episi Nantinya sumber gas berasal dari JOB PT Pertamina EP-Medco Tomori.

Reporter : Gufran Sabudu.