Bupati Takalar dan Inspektorat Di Demo Warganya

0
552

Takalar – Mediaportalmetro.com,Dua Desa Masyarakat Galesong datangi Bupati Takalar dan meminta pertanggung jawaban dua kepala desa yang di berhentikan.

Warga kecewa Pemecatan Kepala Desa Bontosunggu Tiga Bulan yang Lalu, di kecamatan Galesong utara.

Sehingga Aliansi Masyarakat Pemerhati Desa ( AMPD) adakan unjuk rasa di kantor Inspekorat dan Rumah jabatan (Rujab) Bupati Takalar jum’at 02 Agustus 2019.

Selaku kordinator Aksi AMPD Sahabuddin Jaya dalam orasinya di kantor inspektorat mempertanyakan rekomendasi yang dikeluarkannya sehingga bupati takalar mengeluarkan SK pemecatan kepala desa Bontosunggu Syafaruddin Nai.

Hanya saja para demonstran kecewa atas jawaban yang di sampaikan oleh kepala inspektorat H.Yahe, S.Sos karena baru mau mempelajari persoalan ini.

” Kami baru dua minggu menjabat selaku kepala inspektorat, saya pelajari dulu terkait rekomendasi yang dikeluarkan inspektorat” ucapnya H.Yahe,Sos.

Para demonstran pun yang dikordinator oleh Sahabuddin Jaya melanjutkan aksinya kerumah jabatan Bupati, namun diduga Bupati takalar Samsari Kitta Kabur Pakai mobil.

” Jangan Kabur Pak Bupati, temui kami”, dalam orasinya Jaya.

Masyarakat galesong menyikapi berbagai persoalan dalam lingkup pemerintah daerah Takalar, sehingga dalam pernyataan Sikapnya,Menuntut beberapa item antara lain adalah :

1. Segera di kembalikan ,” Pemberhentian Kepala Desa Bontosunggu : Syafaruddin Nai dan Kades Sawakong Azis Tawang.

2.Meminta segera Mengembalikan diposisi semula menjadi Kepala Desa Bontosunggu dan Kepala Desa Sawakong.

3.Meminta DPRD Takalar Agar Memanggil Bagian Pemerintahan Setda Takalar untuk mempertanggung Jawabkan Pemberhentian kedua Kepala Desa Tersebut.

4.Meminta agar menganulir kembali SK pemecatan dan penggantian PLT Desa yang di keluarkan oleh pemerintah Daerah.

Warga juga mengancam akan metutup sementara kantor desa sebelum di kembalikan Syarifuddin dg nai, sebagai kepala desa yang dipilih langsung masyarakat desa Bonto sunggu dua tahun lalu,ucapnya.

Reporter : Azis Kawang