Menguak fakta Terbentuknya Kabupaten Pasangkayu H.M.Thamrin Endeng Adalah Sang Penggagas dan Pejuang Pemekaran Daerah.

0
1125

Menguak fakta Terbentuknya Kabupaten Pasangkayu H.M.Thamrin Endeng Adalah Sang Penggagas dan Pejuang Pemekaran Daerah.

Oleh : Andi Arkam Andi Pelang (Saksi bisu Pemekaran Daerah).

Portalmetro.com – Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat.

Perjuangan Panjang Pemekaran Daerah, Terbentuknya Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju tengah Tentu adalah History yang Penuh dengan Lika Liku,melibatkan Para Tokoh Masyarakat Pasangkayu.

Namun Perlu di Ingat bahwa Salah Satu Tokoh Masyarakat Sang Penggagas dan Pejuang itu adalah Termasuk H.M.Thamrin Endeng.

Di Ilhami sebuah Lagu yang diciptakan Almarhum Andi Pelang Dai yang juga Adalah seorang Tokoh masyarakat Pejuang Terbentuknya Provinsi sulawesi barat dan dua Kabupaten yakni Kabupaten Pasangkayu dan Mamuju tengah, lagu Berjudul Budong Budong Pasangkayu atau Lebih dikenal (BUPAS).

Lagu Bupas (Budong budong Pasangkayu) Populer Kisaran Tahun 1967 sampai Tahun 1970 an Saat itu dataran Sulawesi barat masih Provinsi Sulawesi Selatan .

Populernya Lagu (Bupas) maka terbentuklah Provinsi Sulawesi barat,
Pada Saat itu budong budong dan Pasangkayu di inginkan menjadi satu Daerah Otonom,maka lahirlah seorang Tokoh H.M.Thamrin Endeng yang dimarginalkan,membawa konsep,Pembentukan kabupaten Pasangkayu mulai berjalan dari sarjo sampai Sarudu.

(H.M.Thamrin Endeng)

H.M.Thamrin endeng yang juga adalah seorang Tokoh Pergerakan terbentuknya kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi barat,kala itu bergerak dengan membawa konsep Pemekeran wilayah bertemu para tokoh tokoh masyarakat yang berada dipasangkayu.

Konsep pemekaran wilayah kabupaten Pasangkayu tersebut terlepas dari kabupaten Induk Mamuju.

H.M.Thamrin Endeng bersama Tokoh masyarakat,Tokoh adat,kepala suku,mahasiswa dan Tokoh Agama dari Sarjo hingga Sarudu melakukan Pergerakan menyusun bersama nama nama Panitia Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP) Pada Tahun 1999 ,2000,Hingga Tahun 2001 .

Dalam pergerakan penyusunan panitia pembentukan kabupaten Pasangkayu,Dimotori H.M.Thamrin Endeng,dengan harapan Pasangkayu Layak Menjadi Kabupaten.

Antusias tokoh masyarakat saat itu sangat setuju pergerakan H.M.Thamrin endeng yang juga Adalah Anggota DPRD MAMUJU,dalam menyusun susunan Rapat Komite aksi pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP) .

Saat itu Karena keinginan kabupaten Pasangkayu tidak terwujud maka berubah menjadi nama kabupaten Mamuju utara,faktor politik Historis Dan budaya.

Disebabkan jika kabupaten Pasangkayu tidak melekatkan nama kabupaten Mamuju utara dan Mamuju induk maka historisnya tidak satu Budaya.

Tetapi saat itu komite Aksi Pembentukan daerah Pasangkayu tidak mempermasalahkan nama,maka hal tersebut tidak penting,dan tidak menjadi rintangan terbentuknya kabupaten.

Dalam perjalanan perjuangan selama kurang lebih 3 sampai 4 Tahun, komite Aksi pembentukan pasangkayu mengalami beberapa hambatan antara lain dana dan penandatanganan pengesahan oleh Bupati Mamuju H.Almalik Pababari dan juga beredarnya isu bahwa saat itu bupati Mamuju H.Almalik Pababari tidak mau menandatangani pemekaran kabupaten Pasangkayu.

Maka H.M.Thamrin endeng mendatangi Bupati Mamuju H.Almalik Pababari,dengan lantang mempertanyakan “mengapa saudara tidak mau menandatangani pemekaran kabupaten Pasangkayu?

Bupati Mamuju H. Almalik Pababari menjawab :

Siapa yang mengatakan saya tidak mau menandatangani pemekaran kabupaten Pasangkayu,! beliau Marah keras mengatakan panggil sekda buat suratnya dan saya tanda tangan.

H.M.Thamrin endeng menjawab  :

Betul Pak Bupati,saya setuju ditanda tangani (saat itu H.M.Thamrin endeng menjabat Wakil Ketua DPRD MAMUJU dari Fraksi Golkar dan H.Almalik Pababari Ketua Golkar).

Setelah semuanya beres di kabupaten Mamuju maka beranjaklah H.M.Thamrin endeng melakukan Pergerakan selanjutnya yang membuahkan Hasil Besar.

Meskipun ada beberapa tokoh masyarakat yang tidak mampu untuk berbuat apa apa kecuali hanya merestu dengan doa dan persetujuan saja disebabkan banyak hal menjadi kendala.

Termasuk kendala terbesar mengurus segala kelengkapan admistrasi otonomi daerah dari tingkat provinsi hingga tingkat pusat jakarta membutuhkan dana besar, dikarenakan terkendala biaya.

Maka saat itu H.Thamrin endeng menemui H.Agus Ambo Djiwa dipondoknya tepat di desa.Sarudu dengan membawa konsep pendukung Pemekaran daerah Pasangkayu.

Ketika itu H.Agus Ambo Djiwa Yang menerima langsung susunan komite aksi panitia pembentukan kabupaten Pasangkayu sebab dengan harapan dialah dianggap mampu mengurus segala yang berkaitan tentang pemekaran karena H.Agus Ambo Djiwa putra daerah satu satunya yang berlatar pendidikan sarjana mampu berkomunikasi hingga tingkat pusat terkait pemekaran.

Namun lagi lagi kendala,persoalan dana,Hingga suatu ketika saat itu beberapa tokoh dan mahasiswa yang hendak ke jakarta mengurus pembentukan kabupaten pasangkayu tidak punya biaya.

Sementara kepengurusan di Jakarta membutuhkan dana,jika tidak didukung dengan dana maka mustahil akan terwujud.

Alhasil berkat doa,dukungan para tokoh masyarakat,serta donatur sumbangsi para tokoh masyarakat kepengurusan ke jakarta sukses dengan semangat juang dan ikhlas salah satunya adalah H.Aras Temmaunni (bupati mamuju tengah) dan Big Bos PT.SULUT.

Termasuk Sang Penggagas dan Pejuang H.Thamrin Endeng demi kabupaten Pasangkayu mekar Rela menggadaikan satu unit Mobil bekasnya di kota Palu provinsi sulawesi tengah agar mendapatkan biaya sampai kejakarta.

Proses melalui proses,tahap hingga tahap mendapatkan titik terang Tahun 2003 terwujudlah Pasangkayu menjadi kabupaten Pasangkayu Sulawesi barat menjadi Kabupaten yang hingga saat ini telah dirasakan manfaat besarnya hingga anak cucu  dari perjuangan ParaTokoh Pemekaran yang telah terlibat.

Namun yang sangat disayangkan adalah sampai saat ini H.M.Thamrin Endeng (Wakil ketua DPRD MAMUJU) seolah olah tenggelam dalam sejarah terbentuknya kabupaten Pasangkayu Sulawesi barat.

H.M.Thamrin endeng seolah olah terlupakan dalam Sejarah perjuangan itu,pada hal semestinya dialah Tokoh yang terukir dibalik Pemekaran kabupaten.

Hingga saat ini dipertanyakan kemana arah H.M.Thamrin endeng Setiap saat Hari Jadi kabupaten/HUT (Hari ulang Tahun Kabupaten Pasangkayu) pada hal semestinya se Pantasnya juga turut andil dalam acara.

Karena setiap kegiatan acara HUT kabupaten Pasangkayu,H.M.Thamrin endeng tidak dilibatkan dalam acara,bahkan sepertinya hanya dianggap kurir atau Pengantar surat dalam sebuah perjuangan Sang pejuang tokoh Penggagas mekarnya Kabupaten Pasangkayu.

(Foto Portalmetro.com,Andi Arkam Andi Pelang saksi bisu Pemekaran Kabupaten.)

Janganlah kita mengabaikan sejarah pembentukan Kabupaten Pasangkayu tanpa melibatkan H.M.Thamrin endeng,karena jangan sampai kita kelak akan mewariskan ke anak cucu kita generasi Pembohongan Sejarah dikarenakan H.Thamrin endeng yang terlupakan.

(Edisi Pertama History ini akan bersambung).

Bambalamotu, 1 Mei 2018.

Penanggug jawab History Andi Arkam.

Reporter : Muhammad NurNas.

LEAVE A REPLY