Masyarakat Desa Tirobali Kabupaten Luwu Utara Sulsel Harapkan Pembangunan SMPN dan Siapkan Lahan

0
625

Portalmetro.com – Luwu utara Sulawesi selatan Indonesia,Bisa di bayangkan kalau ada satu wilayah desa tidak memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Apalagi di daerah terisolir dan mengarungi hutan,turun lembah dan mendaki gunung,Itulah yang terjadi di Desa Tirobali Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara,Sulawesi Selatan.

Desa Tirobali wilayahnya ini masuk dalam Kecamatan terisolir yang berada di Bumi Lamaranginang julukan Kabupaten Luwu Utara.

Tidak memiliki SMPN dan Taman Kanak-Kanak yang ada Hanya Sekolah Dasar (SD) Negeri 085 Rante Danga dengan jumlah siswa siswi  sekarang 160 orang dan mempunyai sekolah jarak jauh dengan jumlah siswa siswi 52 orang berada di dusun Bua Kayu,serta dibina guru PNS 3 orang,honorer 4 orang dengan dibantu Sarjana Mengajar 3 orang.

Untuk memperoleh pendidikan di Desa Tirobali ini,anak-anak yang tamat di Sekolah Dasar Negeri 085 Rante Danga,harus mau tak mau jalan kaki naik gunung turun lembah masuk hutan dan berangkat subuh-subuh dari rumahnya demi mengenyam pendidikan ke SMPN 5 Seko yang berada di Desa Beroppa yang jaraknya sekitar 6 – 7 kilo meter.

(Foto : Masyarakat desa tirobali menginginkan sekolah Lanjutan SMPN , Kabupaten Luwu Utara Sulawesi selatan)

“kalau musim hujan begini anak-anak kami rela kena lumpur,celana dan bajunya kalau jatuh kasihan,dan pernah juga ada anak-anak kami bernama Maria jatuh dan pingsan karena buruh-buruh dari rumahnya dan tidak sarapan ke sekolah,” ceritera Kepala Sekolah Dasar Negeri 085 Rante Danga ke media portalmetro.com,(25/2/2018) melalui telepon selulernya maklum tidak semua Desa di Kecamatan Seko juga ada signal celuler,itupun kadang-kadang tidak ada,”ungkap Yunus Raba,S.Pd.

Yunus Raba,mengatakan bahwa untuk memperoleh pendidikan kejenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) anak-anak kami dari Desa Tirobali harus rela berjalan kaki sekitar 6 – 7 kilometer (km) tiap pagi.

“Masyarakat,tokoh adat,agama,pemuda dan pemudi di Desa Tirobali mendatangi saya dan guru-guru disekolah menyampaikan harapan dan niat baik untuk mengusulkan ke Bupati/Wakil Bupati Luwu utara,Dinas Pendidikan,serta para anggota DPRD untuk membangun SMPN di desa kami dan masyarakat sudah siapkan lahan dan siap untuk didirikan bangunan sekolah meskipun gedungnya hanya dari kayu dan papan serta atapnya dengan cara swadaya,hanya untuk anak-anak kami di desa ini,”tutur Yunus.

(Foto : Yunus Ra’ba, S.Pd)

Sementara itu salah seorang warga desa juga memberikan keterangannya pada mediaportalmetro.com saat dikonfirmasi dan tidak mau ditulis namanya mengatakan.

” Bagaimana anak kami bisa mengenyam pendidikan sesuai dengan anjuran pemerintah,kalau sekolah SMPN tidak ada,sesal masyarakat dan ini aspirasi kami,mohon disetujui,” harap masyarakat.

Sementara itu,Kepala Desa Tirobali Kecamatan Seko, Simeon Panandu yang dimintai komentarnya, membenarkan pernyataan dan aspirasi warganya itu.

Kepala desa Tirobali (Simeon) mengungkapkan bahwa minat-minat anak-anak usia sekolah untuk ,mengikuti pendidikan cukup tinggi,buktinya anak kami rela naik gunung turun lembah masuk hutan hanya untuk bersekolah di SMPN  5 Seko yang berada di Desa Beroppa.

Hanya saja hal ini terkendala dengan tidak adanya sekolah lanjutan didesa tersebut dan kami harapkan bersama masyarakat pemerintah daerah Luwu utara menyetujui  adanya Pembangunan SMPN di desa Tirobali.

” Kalau bisa,kami minta Dinas Pendidikan melalui Pemerintah Daerah untuk menyetujui pendirian SMPN didesa kami ini.Kami sangat membutuhkan sekolah dan sudah di usulkan di Musrembang Desa dan Kecamatan, kasihan anak-anak harus berjalan kaki berkilo-kilometer hanya untuk mencari sekolah,” pinta Kades Tirobali Simeon Panandu.

Reporter : Mirsan/Yustus.

LEAVE A REPLY