Butuh bantuan Pemerintah,Sungguh Kasihan Nenek Saturi Bersama Adiknya

0
345

Portalmetro.com – Gowa Sulawesi Selatan Indonesia,Sungguh kasihan, seorang wanita tua tinggal bersama adiknya yang juga adalah seorang laki-laki tua hidup di sebuah kampung di Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kedua orang tua lanjut usia (lansia) itu bernama Nenek Saturi dan adiknya Kakek Sabo, keduanya memang tidak pernah menikah.

Kini Nenek Saturi tidak bisa lagi berbuat apa-apa karena enam bulan terakhir Nenek Saturi sakit-sakitan dan sekarang bahkan tak bisa lagi berjalan.

Sedangkan adiknya, Kakek Sabo juga kini tidak bisa lagi mengHidupi kakaknya karena ia juga sekarang sering sakit sakitan.

Saat masih sehat, Kakek Sabo hanya bekerja sebagai buruh cetak batu merah di kampungnya. Sampai saat ini juga kedua lansia itu tidak pernah menikmati penerangan berupa lampu listrik di saat malam hari, mereka hanya menggunakan lampu tradisional.

Saat Tim Media PortalMetro.Com berkunjung kerumah Nenek Saturi pada jumat (8/2/2018) dan mengkonfirmasi langsung,Nenek Saturi bersama adiknya mengatakan sekarang ini kami tak bisa kerumah sakit dikarenakan dia tak punya Kartu indonesia sehat (KIS), mau berobat tapi tidak punya biaya.

“Untuk makan saja, kami hanya makan disaat ada tetangga yang memberikan kami makanan karena untuk membeli makanan sendiri kami tidak punya uang”ungkap nenek saturi.

Nenek saturi menambahkan bahwa kurang perhatian dari pemerintah desa, beberapa tahun lalu kami tidak dapat bedah rumah, ataupun bantuan-bantuan lain dari pemerintah desa. Tutupnya dengan sedih.

Sungguh kasihan nasib kedua lansia itu, mereka butuh uluran dan bantuan tangan semua pihak termasuk pemerintah.

Sekdes Romanglasa Parawangsa, S.Sos sempat berkunjung ke kediaman Nenek Saturi dan di dampingi oleh Babinsa dan beberapa staf desa untuk melihat langsung kondisi kedua warganya itu.

Sesampai disana dengan inesiatif Sekdes Romanglasa, mereka memberi santunan dari hasil patungan yang sudah di amplopkan ke Nenek Saturi.

Reporter : Saparuddin Rapi-AlPincara.

LEAVE A REPLY