Proyek Pekerjaan Kazebo Dinas Pariwisata Takalar Tahun 2017 DiDuga Tidak sesuai Bestek

0
1068

Portalmetro.com – Takalar Sulawesi selatan Indonesia,Proyek Pekerjaan kazebo tahun 2017 di anggaran pokok dinas pariwisata kabupaten takalar dengan nilai kontrak kurang lebih Rp 470 juta kuat Dugaan tidak sesuai Bestek (Peraturan dan Syarat-syarat Pelaksanaan suatu pekerjaan bangunan atau proyek) dan Tidak Sesuai  RAB ( Perhitungan biaya bangunan berdasarkan gambar bangunan dan spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan di bangun).

Pekerjaan kazebo sebanyak 11 unit di bangun di pantai topejawa dan lamangkia yang menelan anggaran kurang lebih Rp 470 juta .

Sumber Dana Anggaran dari APBD Tahun 2017, jadi pertanyaan dan perbincangan  warga dan di kalangan LSM (Lembaga swadaya Masyarakat) di warkop senan Takalar ,Pada Jum’at (26/01/2018).

Salah satu warga Desa Topejawa berinisial ( DG ) menuturkan ke media portalmetro.com ,sangat mempertanyakan pekerjaan kazebo di pantai lamangkia dan topejawa kayu kelas berapa di pakai?dan papan apa dia pakai? berapa ketebalannya karena cara kerjanya rekanan tidak rata,dan berapa ketinggiannya ! tuturnya (DG) nama singkatan,  warga Takalar.

Untuk Melanjutkan pertanyaan Salah satu warga topejawa berinisial ( DG ), di mana dalam pantauan investigasi media Portalmetro.com turun langsung di lapangan.

Pekerjaan kazebo di pantai topejawa dan lamangkia terdapat tidak semuanya bangunan kazebo memang pakai kayu kelas 1 dan tiang ketinggian 350 cm, dan Ada papan Hanya ketebalan 2 cm dan 2,5 cm sehingga pemasangan papan lantainya tidak rata,serta tiangnya tidak tertanam ,sangat berfariasi, ada kayu kelas ada pula tidak.

Menurut Pejabat pembuat komitmen ( PPK ) Sumikra saat di temui di ruangan kerjanya oleh media portalmetro. com,mengatakan kalau bangunan pekerjaan kazebo di pantai topejawa dan lamangkia kec.mangarabombang sebanyak 11 unit, dan semua kayu yang di pakai kayu kelas 1, dengan ketinggian tiang 4 meter, dan ketebalan papan yang di pakai 3 cm sesuai RAB (Rencana Anggaran Belanja) .

” iya,itu semua kayu yang di pakai kayu kelas 1, dan kalau ada kayu yang terpasang di bangunan kazebo tersebut itu sudah jelas tidak sesuai juknis, ketinggian  kazebo 4 meter dan ada tertanam 50 cm ketanah, papannya ketebalan 3 cm”Jelas sumikra (PPK) .

Lanjut sumikra ” Pekerjaan kazebo sudah turun inspektorat memeriksa fisiknya, jadi kalau ada teman2 temuannya kita menyurat dan saya sampaikan ke inspektorat, kalau ada mark up itu ada pengembalian”.tandasnya .

Dilain pihak sekretaris LSM Badan Anti Korupsi Indonesia ( Bakin ) Hasanuddin angkat bicara terkait pekerjaan kazebo tersebut yang 11 unit di pantai topejawa dan lamangkia sangat menyayangkan pekerjaan tersebut terindikasi tidak sesuai bestek,kuat dugaan rekanan dan konsultan pengawas kerjasama sehingga pekerjaan kazebo tersebut kuat Dugaan ada markup didalamnya.ungkap Hasanuddin pada Jum’at (26/01/2018) .

“Kami selaku lembaga pengontrol meminta penegak hukum memanggil dan periksa dinas terkait ( ppk ), rekanan dan konsultan pengawas, dan turun meninjau ulang kelapangan untuk memeriksa pekerjaan kazebo tersebut yang 11 unit , tegas hasanuddin.

Reporter : Leo