Warga,siswa dan Guru Mts Muhammadiyah Kaluarrang Tolak mutasi seorang Guru Akhirnya Demo

0
1479

Portalmetro.com – Gowa Sulawesi selatan Indonesia,Mts (Madrasah tsanawiyah)
Muhammadiyah Kaluarrang tidak seperti biasanya,senin (22/01/2018).Warga bersama siswa serta guru berkumpul di halaman sekolah dengan membawa poster dan menempel di dinding sekolah,yang berisi tulisan “SAVE PAK FAISAL KAMI MASIH BUTUH,MANA HAK PARA SISWA,PECAT KEPSEK KALUARRANG”.

Usut punya usut ternyata kedatangan warga dan berkumpulnya siswa di depan sekolah mereka sambil menempel poster di tembok sekolah di latarbelakangi oleh ulah kepala sekolah Mts Kaluarrang Subaedah yang membuat surat rekomendasi ke Dikdasmen (Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah) Pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Gowa, untuk proses keluarnya SK mutasi salah seorang guru atas nama Faisal,S.Pd M.Pd.

Proses keluarnya SK mutasi ini dianggap keputusan sepihak yang dilakukan oleh Subaedah karena tidak melalui mekanisme yang berlaku,menurut H.Bokhari dg.Kulle sekertariat Muhammadiyah cabang Allu, Bahwa keluarnya SK Mutasi tersebut tidak sesuai prosedur yang ada karena kepala sekolah menyurat langsung ke DIKDASMEN (Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah) tanpa ada konsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan cabang Muhammadiyah Allu,sehingga kami tidak menerima begitu saja karena ini merupakan keputusan sepihak oleh kepala sekolah.

Hal senada juga disampaikan H. Hamzah Rowa sebagai ketua komite,bahwa tindakan kepala sekolah sudah di luar mekanisme yang ada sehingga hal tersebut tidak bisa di biarkan.

“saya juga harus tahu apa yang di lakukan ini tidak ada komunikasi,langsung ambil tindakan”jelas H. Hamzah.

Lebih lanjut H.Hamzah mengatakan bahwa kepemimpinan Subaedah sebagai kepala sekolah, tidak diterima lagi oleh warga,siswa dan guru di Mts Muhammadiyah Kaluarrang,dan hal ini sudah dilaporkan ke DIKDASMEN.

Namun pihak DIKDASMEN menyarankan agar kasus ini dipending dulu nanti selesai ujian kelas 3 baru dilanjutkan.

“Hal tersebut kami maklumi,setelah beberapa waktu situasi aman-aman saja,sekalinya kita dengar hari ini ada keluar SK mutasi terhadap salah seorang guru utama dan guru yang bersangkutan tidak tahu kesalahan apa yang dilakukannya sampai ia mau dimutasi,sehingga siapa yang tidak emosi kalau situasi seperti ini “,ujarnya H.Hamzah.

Sementara Kapolsek Bontonompo Akp.Abd Rahman,yang turut hadir bersama beberapa anggotanya,mengatakan bahwa keberadaan mereka dari kepolisian sekedar sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

“kita mempersilahkan persoalan ini kepada pihak internal muhammadiyah untuk diselesaikan secara kekeluargaan,kalau kami mengamankan pecahan kaca meja yang di rusak itu, kami jadikan tanda bukti saja karena ini sudah masuk ke ranah pidana dan kami akan langsung laporkan ke Kapolres Gowa,tetapi walaupun begitu kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan itu lebih baik lagi,”Tegas Kapolsek Bontonompo.

Reporter : Saparuddin Rapi