Kuat Dugaan Gaji cleaning Service RSUD H.Padjonga Daeng Ngalle dibawah UMP dan tidak memiliki Jamsostek

0
1549

Kuat Dugaan Gaji cleaning Service RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle dibawah UMP dan tidak memiliki Jamsostek

Mediaportalmetro.com-
Takalar Sulawesi selatan Indonesia,Kurang lebih 50 orang karyawan Cleaning Service (pelayan kebersihan) di Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle yang pernah dipekerjakan pada bulan juni sampai Desember 2017 lalu.

Kini ramai jadi perbincangan di warkop terkait gaji karyawan yang tidak sesuai dengan upah maksimun propinsi (UMP) Sulawesi Selatan dan tidak memiliki Jaminan sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Menurut salah satu Aktivis Mahasiswa Makassar Asman,saat ditemui mediaportalmetro.com kamis (4/01/2018) mengatakan seharusnya pihak rekanan atau pengelola Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle mengacu pada upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Selatan 2017.

(Foto: Pembersih yang diduga Dipakai merek SOS.)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp.2.435.625.

UMP Sulawesi Selatan awalnya ditetapkan Rp.2.500.000 dengan kenaikan 10 persen.Namun, dikarenakan kenaikan tersebut melebihi standar pemerintah sesuai dengan PP. No.78/2015.

Dalam PP itu disebutkan,bahwa kebijakan pengupahan diarahkan untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi Pekerja/Buruh. Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud merupakan jumlah penerimaan atau pendapatan Pekerja/Buruh dari hasil pekerjaannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup Pekerja/Buruh dan keluarganya secara wajar.

(foto : cleaning Service saat Meracik pembersih SOS.)

“Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud diberikan dalam bentuk: a. Upah; dan b. pendapatan non Upah,” bunyi Pasal 4 ayat (2) PP ini.

Maka UMP Sulawesi Selatan 2017 direvisi menjadi Rp 2.435.625 dengan kenaikan 8,25 persen.

Selain dari gaji Clening Services yang dibawah UMP, Diduga mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan seperti Jamsostek.

Sementara di pagu anggaran cukup besar Rp.738.000.000 yang dikerjakan oleh PT.Multi Talenta Sukses yang bersumber dari  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017,untuk Belanja clening service, “jelas Asman.

Aktivis mahasiswa ini juga,mempertanyakan bahan kimia apa yang di pakai untuk pembersih,? karena sala satu pekerja cleaning service mengatakan bahan kimia yang di pakai pembersih Diduga banyak di jual di Alfamart.

Pada saat di pakai untuk mengepel lantai Rumah sakit lebih banyak airnya dan bahan kimianya Diduga seperti merek SOS dari alfamart.

Apa yang dilakukan pihak rekanan kami menduga telah terjadi penyimpangan yang berakibat tindak pidana korupsi.

“kami berharap kepada penegak hukum Takalar agar bisa turun melakukan penyelidikan terkait penggunaan anggaran tersebut.” harapnya Asman .

Sementara rekanan Daeng Siriwa ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa memang 50 Clening Service yang dipekerjakan di Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle tidak memiliki Jamsostek karena gaji mereka tidak sesuai dengan upah Minimum Provinsi (UMP).

“Kami gaji mereka hanya Rp.800.000 perorang”. Dan mereka itu tidak bisa diuruskan Jamsotek karena gajinya dibawah UMP yang sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulsel, akunya Daeng Siriwa, Rabu (03/01/2018).

“Dari 50 orang Clening service kami juga berdayakan clening service Rumah Sakit H.Padjonga Daeng Ngalle,sejak terhitung bulan juni sampai desember 2017 Clening Service yang kami pekerjakan tidak ada yang memiliki Jamsostek dan gajinya dibawah UMP” ungkap Daeng Siriwa.

Sementara pejabat pembuat komitmen ( PPK ) saat dikonfirmasi atas nama Waris jaya, mengatakan kalau karyawan cleaning service RS padjonga daeng ngalle kurang lebih 40 orang, dan anggaran belanja cleaning service yang di menangkan oleh PT.Multi Talenta Sukses, terdapat 3 item di dalamnya, pertama gaji upah pekerja cleaning service, kedua pembelian bahan alat dan ketiga bahan pembersih atau bahan kimia, ungkap Waris jaya.
***Reporter LEO***

LEAVE A REPLY