Hujan deras Puluhan Hektar Tanah Persawahan Dibajeng Terendam Air

0
596

Hujan deras Puluhan Hektar Tanah Persawahan Dibajeng Terendam Air

Mediaportalmetro.com-
Gowa Sulawesi selatan Indonesia,
Karena Hujan Deras, Puluhan Hektar Tanah Persawahan Terendam air mengakibatkan Banjir,Tepatnya di Desa paraikatte kecamatan Bajeng kabupaten Gowa.

Pantauan mediaportalmetro.com (kamis/28/12/2017) Tanah persawahan tidak bisa ditanami saat ini karena kebanjiran ,curah hujan yang deras, dan ketinggian air di areal persawahan tersebut saat ini musim hujan sampai mencapai 100 meter Sehingga merugikan pihak petani.

H. Sila sebagai salah satu pemilik lahan persawahan tersebut kepada wartawan mediaportalmetro.com saat wawancara menganggap,terjadinya banjir, selain curah hujan ada satu penyebab yakni keberadaan empang di sekitar areal Persawahan miliknya menjadi penyebab lahan persawahan terendam air karena menurutnya sebelum adanya usaha empang tersebut tidak terjadi hal seperti ini.

“Tanah persawahan milik saya ini dahulu sebelum ada empang bisa sampai tiga kali panen,karena saluran pembuangan air masih ada,sekarang karena pembuangan air, sudah tidak ada akibatnya seperti ini tidak bisami di tanami,karena pembuangan air mengalir ke empang,harap pemerintah khususnya pemerintah desa harus menjadi penengah bagaimana menyelesaikan persoalan ini secepatnya,yaitu harus segera di buatkan saluran pembuangan sebagai satu-satunya solusi sehingga usaha pertanian lancar, dan usaha empang juga lancar yang diamini petani lainnya”ungkap H.Sila.

Sementara kepala Desa Paraikatte Muh.Jufri saat di konfirmasi terkait keluhan warganya tersebut pada hari Rabu/27/12/2017,kepada mediaportalmetro.com mengatakan bahwa pemerintah Desa Paraikatte sudah melakukan upaya dalam mengatasi persoalan para pemilik tanah yang terendam banjir baik empang maupun persawahan,dalam setiap rapat atau pertemuan BPD persoalan tersebut sering diangkat untuk mencari solusi terbaik.

Selain itu pemerintah Desa Paraikatte telah melakukan komunikasi dengan pemilik empang dalam hal ini Haji Ampang.

” Pemilik empang Haji Ampang sudah pernah mau membuat saluran pembuangan di tahun 2017 tetapi keburu musim hujan tiba,sehingga niat tersebut tidak jadi dilakukan dan dimundurkan ke tahun 2018,Insha Allah di tahun 2018 mudah-mudahan bisa terwujud dan berharap pemilik lahan bisa bersabar yang juga di iyakan kepala dusun sileo 2 dg. Ngalli”,Ujar kepala desa.
***Reporter Syarif Lawa***