LB2I Sulsel Mencium Aroma Indikasi Praktek Penyalah gunaan Dana desa DiDesa Rappolemba

0
741

LB2I Sulsel Mencium Aroma Indikasi Praktek Penyalah gunaan Dana desa DiDesa Rappolemba

MediaPortalMetro.com
Gowa – Sulawesi selatan Indonesia, Belakangan makin santer terdengar adanya praktek korupsi pengalokasian anggaran di tingkat desa sudah jelas dan Pasti itu tak lain adalah Anggaran Dana Desa.

Anggaran negara yang ditransfer ke pelosok-pelosok negeri sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Penggunaan dana desa memang sangatlah sensitif dan memang harus tepat sasaran.

Seperti halnya di desa Rappolemba, kecamatan Tompobulu, kabupaten Gowa, provinsi Sulawesi Selatan.

Pengalokasiannya kini menuai tanda tanya,Menurut Syahruddin Situju, adalah Ketua LB2I (Lembaga Bina Bhakti Indonesia).

Syahruddin Situju selaku Lsm lembaga bina bhakti desa , menyorot dan mempertanyakan pengalokasian dana desa di Rappolemba.

Sebab dari 5 dusun, hanya 3 dusun yang tersentuh pengalokasian dana desa sesuai fakta hasil temuan lapangan lsm LB2I.

“dalam pengalokasian DANA DESA kami temukan indikasi syarat dengan kepentingan, Pekerjaan di lapangan perlu di periksa langsung karena jangan sampai tidak sesuai dengan laporan”Imbuhnya.

Syahruddin situju saat diwawancara mediaPortalMetro. com senin/18/12/2017 juga mengatakan Lemahnya pengawasan dan pengetahuan masyarakat tentang alokasi dana desa memang saat ini menjadi salah satu indikator penyelewengan dana desa.

Warga desa perlu ikut serta dalam mengawasi dana desa, keterlibatan masyarakat dalam musyawarah desa untuk menyusun APBDes, dan rencana kerja pemerintah desa (RKP Desa) itu memanglah sudah di haruskan.

Hingga praktek-praktek penyelewengan dana desa itu dapat terminimalisir.***Reporter SaparuddinRapi-AlPincara***