Perwakilan Seluruh Adat Kabupaten Banggai Hadiri Lokakarya Revitalisasi Pranata Adat dengan tema”Adat Membangun Desa”

0
453

Perwakilan Seluruh Adat Kabupaten Banggai Hadiri Lokakarya Revitalisasi Pranata Adat dengan tema”Adat Membangun Desa”

MediaPortalMetro.com
Banggai – Sulawesi Tengah Indonesia,Lokakarya Revitalisasi Pranata Adat dengan tema “Adat Membangun Desa”Dihadiri Perwakilan seluruh Adat kabupaten Banggai Sabtu/9/12/2017.Bertempat diMaleo Conference Centre Hotel Estrela Jl. Mandapar Kelurahan Tanjung Tuis Kecamatan Luwuk Kab.Banggai.

Perwakilan Tokoh Adat Banggai,di Lokakarya Revitalisasi Pranata Adat yang hadir adalah Balantak, Saluan, Jawa, Sunda, Bali, Gorontalo, Bugis, Sangir yang berjumlah sekitar 50 orang.

(Foto : Saat Acara Berlangsung Kab.Banggai Provinsi Sulawesi Tengah) 

Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kementrian Desa (Kemendes) Sugito mengatakan Dihadapan para tamu dan perwakilan Adat yang hadir dalam acara ,bahwa dengan Adanya pengakuan atas adat mulai dari asal usul yang kemudian dikemas dalam kearifan lokal suatu daerah akan menjadi modal pemersatu bagi masyarakat utamanya peningkatan pembangunan desa yang disinergiskan dengan program pemerintah sebab Pemerintah pusat memberikan dana desa yang digunakan bagi pembangunan desa.

“Kemendes,sangat utamakan pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi harus berusaha melakukan percepatan implementasi UU Desa dengan mengajak PT. DdS LNG mewujudkan harapan melalui kerjasama pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam tatanan sosial kehidupan kemasyarakatan desa untuk mendorong kemandirian desa dalam program Proseven” ugkap sugito.

Sangat Mendasar menurut sugito selaku Direktur (Kemendes) Keberadaan dan posisi desa sangat menjadi strategis dan penting setelah diterbitkn UU Desa No 6 Tahun 2014.

Desa tidak lagi menjadi obyek pembangunan namun menjadi subyek pembangunan sehingga prespektif negara hadir dalam membangun desa pada konteks desa membangun serta Nawacita membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

Termasuk Pengawalan implementasi UU Desa secara sistematis, konsisten dan berkelanjutan yaitu mempersiapkan pemerintah provinsi dan kab/kota dalam mengoperasionalkan pengakuan hak-hak masyarakat adat dan Pengakuan hak-hak masyarakat adat melalui penetapan desa adat, dimana dalam kelembagaan desa wujud hak-hak adat dan sistem ada budaya menjadi sistem kelembagaan yang melekat pada lembaga adat desa.

Acara yang dihadiri Bupati Banggai Ir.Herwin Yatim MM,Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo, Asisten 1 kab.Banggai Drs. Ramli Hanis,Kabankesbangpol Banggai (Drs. Alfian Djibran),Sosiolog UNTAD (Djamaludin Mariajang) dan Perwakilan dari PT. LNG (Ibu. Sakuntala).

Bupati Banggai Ir.Herwin Yatim MM
Mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setingi tingginya atas kehadiran para tokoh adat yang ada di kab.Banggai dalam rangka Lokakarya Revitalisasi Pranata Adat.

Saat sambutannya Bupati berpesan Gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sampaikan saran dan masukan yang nantinya akan menjadi modal penting untuk mempercepat program pemerintah daerah sesuai dengan visi dan misi kabupaten yang ke 5 yaitu “mewujudkan pengembangan nilai-nilai agama, kearifan lokal dan Budaya”.ungkap bupati.

Bupati juga mengatakan bahwa APBD tahun 2018 pemerintah daerah kabupaten Banggai telah menganggarkan untuk lembaga adat yang ada dikabupaten Banggai pada Data BPS tahun 2017 Kabupaten Banggai menepati urutan pertama dan tertinggi  di seluruh kabupaten Yang ada di indonesia dalam pertumbuhan ekonomi yaitu 33, 7%.

Sosiolog UNTAD (Djamaludin Mariajang) memberikan pemaparan yang lebih jelas bahwa ketika Berbicara adat berarti harus bicara kebudayaan dan keduanya tidak boleh dikesampingkan oleh siapapun karena mempunyai nilai nilai yang sudah  turun temurun.

Contoh kecil menurut Djamaludin mariajeng, China menjadi negara besar bukan karena komunismenya tetapi karena dia  melakukan tradisi adat yang begitu kental Yaitu koruptor di hukum mati sehingga negaranya menjadi maju dan besar.

Timur tengah  bergolak terus menerus, sesama islam saling berantem ISIS mengajarkan temennya untuk saling bunuh,  kenapa ini terjadi karena disana  kebudayaan sudah hancur.

Bangsa ini milik kita (Nasional state) dan  kebudayaan yang menopang kelangsungan hidup bernegara dan berbangsa ,Kalau kita bicara masalah pembangunan atau struktur pembangunan disana adat mempunyai posisi penting untuk mendukung itu semua.

Selain itu pada kesempatan dan waktu juga Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo memberikan sambutan serta pesan.

Wakil bupati berharap Semua masyarakat harus menjaga adat dan budaya agar  tidak terjadi konflik SARA, jadikanlah adat dan budaya agar  memperkaya khasanah .

Karena terkadang Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain sehingga ras atau suku yang memiliki suatu kekuasaan atas masyarakat itu maka dia akan mengedepankan kepentingan suku dan rasnya dan perlu diketahui bahwa Pemda banggai mempunyai kepedulian terhadap pembangunan adat budaya salah satunya dengan cara di anggarkan dalam APBD tahun 2018 untuk lembaga adat yang ada di kab. Banggai.

Kegiatan lokakarya Adat membangun Desa menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemda Banggai yaitu Pemda Banggai agar segera merumuskan inventarisasi dokumen adat Babasal melalui lembaga adat sesuai amanat UU no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Pemda Banggai agar bekerjasama dengan lembaga adat untuk menyusun perda atau perbub  mengenai daur hidup masyarakat Babasal dan Menyusun Perda atau Perbup tentang silsilah Batomundoan, bahasa ibu masyarakat Banggai dan pengakuan atas tanah ulayat dan tanah adat.

***Reporter TimMediaPortalMetro.com****

LEAVE A REPLY