Drs.A.Kahar Iskandar : Pembayaran Spp SMK Garudaya Untuk Pendidikan bukan Komersialisasi

0
657

Drs.A.Kahar Iskandar : Pembayaran Spp SMK Garudaya Untuk Pendidikan bukan Komersialisasi

MediaPortalMetro.com
Gowa – Sulawesi Selatan Indonesia

   Hal tersebut di sampaikan oleh kepala sekolah SMK Garudaya kec. Bontonompo kab.Gowa,saat wawancara bersama wartawan mediaportalmetro.com di ruangannya,Rabu/6/12/2017.

A.Kahar Iskandar mengatakan bahwa diberlakukannya pembayaran SPP kepada Siswa-Siswi SMK Garudaya  Bontonompo berdasarkan surat keputusan bersama tentang penerimaan siswa baru (PSB) tahun pelajaran 2017/2018 nomor: 025/BMPS-GOWA/2017.

Dalam surat keputusan bersama tersebut pada point 2-f, berbunyi Hasil rapat kerja pengurus dan Anggota BMPS Kab.Gowa menetapkan biaya partisipasi masyarakat/iuran sekolah adalah -SMK Swasta Iuran Sekolah Rp.75.000/bulan – SMA Swasta Iuran Sekolah Rp.50.000/bulan.

Surat keputusan tersebut di tanda tangani langsung oleh ketua Badan Pengurus Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Gowa Dr.H.Hannabi Rizal,M.M,Pd dan sekretaris BMPS Kabupaten Gowa Ir.H.Moch.Harun Gani mengetahui Ketua BMPS Propinsi Sulawesi Selatan Drs.H.Syarifuddin Saleh,M.Si.

Setelah keluarnya rekomendasi sekolah mengadakan rapat bersama dengan mengundang para orang tua siswa untuk sosialisasi hasil rapat keputusan Pengurus BMPS dan para orang tua akhirnya pada rapat itu bisa memahami dan setuju keputusan tersebut,A.Kahar Iskandar bersama Wakil kepala sekolah bagian kurikulum ,Bangsawan S.Pd .

Lebih lanjut menjelaskan bahwa anggaran untuk gaji honor dan biaya transpor di sekolahnya tidak ada lagi sejak  Dana Pendidikan Gratis tidak dikucurkan mulai tahun ini.

Sementara Anggaran Dana Bos memiliki juknis tersendiri
Di juknis Dana Bos tidak ada pos anggaran untuk gaji honorer dan biaya transpor guru jadi pembayaran uang SPP tersebut untuk pembayaran gaji honorer termasuk transpornya .

“Jadi semata-mata untuk keperluan pendidikan bukan untuk komersialisasi”.Ujar A. Kahar Iskandar kepada wartawan Mediaportalmetro.com

Terkait berita di sosial media yang mengatakan Siswa SMK Garudaya tidak bisa ikut bila tidak membayar SPP itu tidak benar,semuanya di ikutkan ujian setelah kita melakukan pemanggilan orang tua siswa ternyata mereka (orang tua siswa) tidak mempermasalahkan masalah pembayaran karena pengakuan mereka telah memberikan pembayaran SPP kepada anaknya.

Ternyata sang anak (siswa) tidak menyetor uang tersebut kepada sekolah,tetapi ada juga orang tua siswa  yang tidak tahu karena tidak hadir pada saat rapat sosialisasi selain itu kami membuat kebijakan terkait pembayaran SPP untuk orang tua yang memiliki anak dua orang sekolah di sini kami beri keringanan dengan 1 orang bayar pool satu lagi bayar setengah,kalau tiga anaknya sekolah di sini satu orang digratiskan alias tidak membayar”,jelas A. Kahar.

***Reporter Syarif Lawa***