Bantuan Bibit Jagung Hibrida Dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan keluhkan Kelompok Tani

0
619

Bantuan Bibit Jagung Hibrida Dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi selatan keluhkan Kelompok Tani

MediaPortalMetro.com
Takalar – Sulawesi Selatan Indonesia.

Program Bantuan bibit jagung Hibrida, pioneer p-35 dari dinas pertanian provinsi berkerjasama dengan Unismuh belum terealisasi semua ke kelompok tani di kabupaten Takalar khususnya di kecamatan Mangarabombang.

(Foto : Data nama nama Daftar Penerima kelompok tani)

Salah satu kelompok Tani Bontomanai jaya mengatakan Saat dikonfirmasi wartawan mediaportalmetro.com
Rabu/29/11/2017.

“saya sangat kecewa pak karena bantuan bibit pioneer P-35 dari Dinas pertanian belum saya dapatkan, pada hal di kecamatan mangarabombang yang dapat 20 kelompok Tani, tapi masih ada 3 kelompok tani belum tersalurkan sama sekali terutama kelompok saya Bontomanai jaya,”tuturnya.

” dan ini seharusnya sudah di tanam pak’ tapi sampai sekarang bantuan bibit jagung tersebut belum saya dapat,apanya yang mau ditanam kalau bibit bantuan belum diterima pada hal ini sudah memasuki musim hujan “ungkap anggota kelompok tani bontomanai jaya.

Dikonfirmasi Petugas penyuluh pertanian ( PPL ) Ahmad Afandi, Sp. mengatakan bantuan bibit jagung pioneer  P-35 yang di SK.kan dari dinas pertanian 20 kelompok, tapi masih ada 3 kelompok belum dapat,berarti yang dapat hanya 17 kelompok .

Lanjut Ahmad sebagai Petugas Penyuluh pertanian ” saya sudah koordinasikan sama pak Idam,jawaban pak Idam Selaku penyalur dari Unismuh yang saat itu ditempat yang sama dikonfirmasi.

Pak Idam mengatakan ” Pemerintah bekerjasama sama unismuh sebagai proyek pengabdian masyarakat kebijakan pemerintah pusat, yang jadi permasalahan terkait bibit jagung pioneer p-35 , perlu kita ketahui bahwa 80% benih lokal dan 20% benih umum melalui anggaran APBN”
Ungkap idam  Dirumah PPL laikang.

Lanjut idam” kalau bibit dari unismuh baru 2 kelompok masuk kelompok tani di cikoang dan laikang yang Tiga kelompok belum mendapatkan bibit jagung tersebut saya tunggu dari dinas pertanian Sulawesi -Selatan Dan unismuh .

Sebab pembagian dikalkulasi cuma 10 hektar Kab.takalar – gowa, dan di takalar kurang lebih 2 ribu hektar khusus kabupaten Takalar Maka ditarik kesimpulan bahwa yang lambat suplai bantuan bibit adalah pihak Dinas pertanian provinsi sulawesi selatan kekabupaten yang ingin disalurkan pada pihak kelompok penerima.

***Reporter Saparuddin Rapi – Arsyad leo***

LEAVE A REPLY