PENGGIAT ANTI KORUPSI DEMO DIDEPAN MAPOLDA GORONTALO

0
473

MediaPortalMetro.com
Gorontalo Indonesia.

Penggiat Anti Korupsi Gorontalo Selasa/21/11/2017 dipimpin langsung Rahmat Mamonto (Korlap) beserta sekitar seratus Anggotanya tergabung dari Aliansi Anti korupsi,Demo didepan Mapolda Gorontalo Desa Tuladengi Kec. Telaga Biru Gorontalo.

(Foto : Suasana Rombongan Demonstrasi)

Dalam rangka mempertanyakan perkembangan penanganan Kasus Korupsi sekalian penegakan Supremasi Hukum diGorontalo,tuntutan pengunjuk rasa, Meminta DPRD Gorontalo untuk melakukan pemakzulan (Impaechment) terhadap Bupati Gorontalo,Meminta kepada Polda Gorontalo untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan oleh pejabat tinggi daerah Kab.Gorontalo.

(Foto : Demonstrasi Aliansi Anti korupsi Gorontalo)

Karena telah terjadi perlawanan hukum oleh oknum-oknum yang ada di Kab.Gorontalo maka dari itu Pengunjuk rasa (Pendemo) datang ke Polda Gorontalo untuk mempertanyakan sudah sampai dimana proses yang dijalankan oleh pihak Polda Gorontalo terhadap pelanggaran Hukum yang terjadi di Kab.Gorontalo.

“Penggiat Antikorupsi juga Mengatakan Datang ke Polda Gorontalo untuk mendukung Polda Gorontalo memproses oknum pejabat yang telah melakukan pelanggaran diwilayah Kab. Gorontalo, namun apabila pihak kepolisian tidak mampu menangani kasus yang ada di Kab.Gorontalo maka ,mempersilahkan Kapolda Gorontalo mengangkat kaki dari Provinsi Gorontalo”

Lanjut Pengunjuk Rasa,bahwa Banyak kejadian yang terjadi diKab. Gorontalo yang diperoleh informasi dari setiap kepala Desa dimana setiap desa dimintakan puluhan juta rupiah untuk pengadaan Bantuan Sapi kepada masyarakat yang telah melibatkan kepala daerah.

Pengunjuk rasa juga prihatin terhadap penangkapan yang dilakukan oleh Polda Gorontalo kepada salah satu Oknum Kepala Dinas pada beberapa hari yang lalu, maka dari itu sangat mendukung pihak kepolisian menangkap Oknum-oknum pejabat seperti itu dan pengusaha yang mau bermain bersama pejabat tersebut.

Pukul 12.20 Wita pengunjukrasa diterima oleh AKBP Yan (Ka SPKT Polda Gorontalo)

Dengan tanggapan yang intinya Pihak Polda Gorontalo siap memperoses dan menerima laporan karena pengunjuk rasa datang kesini memberikan informasi tentang kasus yang terjadi di Kab. Gorontalo.

Pukul 12.25 Wita, pengunjuk rasa bergerak menuju Kantor DPRD Kab. Gorontalo di Kel. Kayumerah Kec. Limboto Kab. Gorontalo.

Pengunjuk rasa tiba di Kantor DPRD Kab. Gorontalo di Kelurahan. Kayumerah Kec. Limboto Kab. Gorontalo dengan melakukan orasi yang intinya,mempertanyakan pihak DPRD tentangĀ  kasus Hutang piutang sebanyak 13 Milyar yang dibayar oleh salah satu petinggi atau orang nomor satu di Kab. Gorontalo dimana Hutang tersebut dulu digunakan oleh Paket Nafas sebagai dana kampanye,mempertanyakan eksistensi DPRD Kab. Gorontalo pada saat Wakil Bupati Gorontalo melakukan pelanggaran pihak DPRD Kab. Gorontalo dengan cepat membentuk Hak Angket dan mempertanyakan kenapa sekarang orang nomor satu di Kab.Gorontalo terkena kasus hukum dan mengapa DPRD Kab. Gorontalo tidak membentuk Hak Angket.

Pengunjuk Rasa diterima langsung Jayusdi Rivai, Eman Mangopa, Guntur Thalib danĀ  Irma Da’i (Anggota DPRD Kab. Gorontalo) dengan tanggapan yang intinya ,
“Kami sudah mengetahui tentang uang yang 13 milyar sudah didaftarkan ke Pengadilan melalui media maka dari itu kami sudah tidak bisa menarik kembali ke DPRD karena sudah terdaftar dan ditangani oleh pihak atau lembaga negara yang terkait dan alhamdulillah hari ini kami akan menerima aspirasi masyarakat hari ini, maka dari itu kami akan melaksanakan rapat dan memanggil semua yang terkait bersama masyarakat untuk membawa bukti tersebut selanjutnya kami akan menindak lanjuti melalui Komisi yang ada di dalam DPRD Kab. Gorontalo” ungkapnya.

Setelah pengunjuk Rasa mendengarkan jawab Pihak DPRD selaku wakil Rakyat, pengunjuk Rasa membubarkan diri.

***Reporter MediaPortalMetro Gorontalo***

LEAVE A REPLY